Jilid 01dari 06 dalam kategori
Risiko Risk
Memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan risiko, mengapa risiko tidak sekadar berarti kerugian, dan bagaimana ketidakpastian dapat memengaruhi tujuan.
Risiko Itu Sebenarnya Apa?
Kita sering mengatakan:
“Investasi ini berisiko.”
“Trading itu berisiko.”
“Bisnis itu punya risiko.”
Tapi ketika ditanya apa sebenarnya yang dimaksud dengan risiko, jawabannya sering berhenti di:
“Ya… kemungkinan rugi.”
Masalahnya, definisi itu terlalu sempit.
Dalam kerangka ISO 31000, risiko didefinisikan sebagai efek dari ketidakpastian terhadap tujuan.
Dengan kata lain, risiko tidak bisa dipahami hanya dengan bertanya:
“Apa yang bisa salah?”
Kita juga perlu bertanya:
“Apa tujuan yang ingin dicapai?”
“Apa yang belum kita ketahui?”
“Apa yang mungkin terjadi?”
“Dan apa dampaknya terhadap tujuan tersebut?”
Risiko Bukan Sekadar Kerugian
Dalam percakapan sehari-hari, risiko hampir selalu terdengar negatif.
Risiko kehilangan uang.
Risiko kecelakaan.
Risiko gagal bisnis.
Tetapi dalam kerangka manajemen risiko, pengertiannya lebih luas.
Suatu ketidakpastian dapat menghasilkan penyimpangan dari kondisi yang diharapkan, baik ke arah yang menguntungkan maupun merugikan.
Karena itu:
Risiko tidak otomatis berarti kerugian.
Yang penting adalah adanya ketidakpastian yang dapat memengaruhi tujuan kita.
Namun dalam banyak konteks praktis—terutama ketika berbicara tentang keselamatan, keuangan, atau keamanan—kata “risiko” memang sering digunakan untuk menyoroti kemungkinan dampak buruk.
Risiko Selalu Berkaitan dengan Tujuan
Bayangkan hujan turun.
Apakah hujan adalah risiko?
Jawabannya tergantung.
Kalau tujuan Anda adalah mengadakan konser outdoor, hujan dapat mengganggu acara.
Tetapi kalau tujuan Anda adalah mengisi waduk yang kekurangan air, hujan justru dapat membantu.
Peristiwanya sama.
Yang berbeda adalah: tujuan dan konteksnya.
Itulah mengapa pertanyaan pertama ketika membicarakan risiko seharusnya bukan:
“Apa yang berbahaya?”
tetapi:
“Apa yang sedang kita coba capai?”
Tanpa tujuan yang jelas, kita akan kesulitan menilai apakah suatu ketidakpastian benar-benar relevan terhadap keputusan kita.
Struktur Sederhana Sebuah Risiko
Untuk membuatnya lebih mudah, kita bisa memecah sebuah situasi menjadi beberapa bagian:
Sumber Risiko → Event → Consequence → Dampak terhadap Tujuan
Masalah Trader Terkait
“Gue nggak ngerti berapa yang sebenarnya gue risikokan.”
Keputusan Berapa rupiah dan berapa persen modal yang siap hilang bila transaksi ini salah, sebelum entry.
Konsep Terkait
- Risiko vs KetidakpastianMemahami perbedaan antara risiko dan ketidakpastian, dari gagasan Frank Knight hingga bagaimana keduanya memengaruhi keputusan dalam keuangan, bisnis, dan trading.
- ProbabilitasMemahami probabilitas sebagai cara berpikir tentang kemungkinan, dari ruang kemungkinan dan kejadian hingga conditional probability, independence, dan penerapannya dalam keputusan finansial.
- Nilai HarapanRata-rata tertimbang dari semua kemungkinan hasil, dengan probabilitas setiap hasil sebagai bobotnya.
- Varians & VolatilitasUkuran seberapa jauh hasil menyebar di sekitar rata-ratanya; di pasar keuangan, volatilitas menggambarkan besarnya fluktuasi harga.
Sumber
ISO 31000:2018 Risk management — Guidelines (membuka tab baru)
International Organization for Standardization (ISO)