3 jalurBertahapBerdasarkan prasyarat
Jalur Belajar
Setiap jalur menyusun konsep berdasarkan prasyaratnya, sehingga setiap langkah dibangun di atas langkah sebelumnya. Jalur bertahap: fondasi probabilitas lebih dulu, lalu psikologi penilaian, lalu keputusan di bawah risiko. Anda tetap bebas membuka konsep mana pun secara langsung.
Jalur 01 / 03Tahap 16 konsep18 mnt baca
Fondasi Risiko
Enam langkah dari pengertian risiko hingga cara mengukur seberapa jauh hasil bisa menyimpang.
- Risiko
Memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan risiko, mengapa risiko tidak sekadar berarti kerugian, dan bagaimana ketidakpastian dapat memengaruhi tujuan.
- Risiko vs Ketidakpastian
Memahami perbedaan antara risiko dan ketidakpastian, dari gagasan Frank Knight hingga bagaimana keduanya memengaruhi keputusan dalam keuangan, bisnis, dan trading.
- Probabilitas
Memahami probabilitas sebagai cara berpikir tentang kemungkinan, dari ruang kemungkinan dan kejadian hingga conditional probability, independence, dan penerapannya dalam keputusan finansial.
- Distribusi Probabilitas
Gambaran lengkap tentang semua kemungkinan hasil beserta probabilitas masing-masing hasil.
- Nilai Harapan
Rata-rata tertimbang dari semua kemungkinan hasil, dengan probabilitas setiap hasil sebagai bobotnya.
- Varians & Volatilitas
Ukuran seberapa jauh hasil menyebar di sekitar rata-ratanya; di pasar keuangan, volatilitas menggambarkan besarnya fluktuasi harga.
Jalur 02 / 03Tahap 26 konsep46 mnt baca
Heuristik dan Bias
Dari batas kemampuan berhitung manusia ke jalan pintas yang dipakai untuk menilai peluang, dan kesalahan sistematis yang menyertainya.
Lanjutan dari Fondasi Risiko. Prasyarat dari jalur itu dianggap sudah dipelajari.
- Rasionalitas Terbatas
Gagasan bahwa keputusan manusia dibatasi oleh informasi, waktu, dan kemampuan berhitung, sehingga orang mencari pilihan yang cukup baik, bukan yang paling optimal.
- Heuristik
Jalan pintas mental untuk menilai peluang dan mengambil keputusan dengan cepat. Sering berguna, tetapi dapat menghasilkan kesalahan sistematis yang disebut bias.
- Heuristik Keterwakilan
Menilai peluang dari seberapa mirip sesuatu dengan gambaran khasnya, sambil mengabaikan frekuensi dasar (base rate) dan ukuran sampel.
- Heuristik Ketersediaan
Menilai seberapa sering atau seberapa mungkin sesuatu terjadi dari seberapa mudah contohnya muncul di ingatan.
- Efek Jangkar
Kecenderungan perkiraan tertarik ke angka awal (jangkar) yang kebetulan terlihat, bahkan ketika angka itu tidak relevan, lalu tidak disesuaikan cukup jauh darinya.
- Keyakinan Berlebih
Kecenderungan menilai pengetahuan, kemampuan, atau ketepatan perkiraan sendiri lebih tinggi daripada kenyataannya, misalnya memasang rentang perkiraan yang terlalu sempit.
Jalur 03 / 03Tahap 35 konsep35 mnt baca
Keputusan di Bawah Risiko
Bagaimana orang benar-benar memilih ketika hasilnya tidak pasti: titik acuan, aversi kerugian, teori prospek, dan jejaknya di perilaku investor.
Lanjutan dari Heuristik dan Bias. Prasyarat dari jalur itu dianggap sudah dipelajari.
- Titik Acuan
Patokan yang dipakai untuk menilai sebuah hasil sebagai untung atau rugi, misalnya harga beli. Hasil yang sama bisa terasa berbeda bila titik acuannya berbeda.
- Aversi Kerugian
Kecenderungan merasakan kerugian lebih berat daripada keuntungan yang sama besarnya, yang dapat mendorong keputusan untuk 'menghapus' rugi alih-alih mengikuti rencana.
- Teori Prospek
Model deskriptif tentang cara orang memilih di bawah risiko: hasil dinilai relatif terhadap titik acuan, rugi terasa lebih berat, dan peluang kecil cenderung diberi bobot berlebih.
- Efek Pembingkaian
Pilihan dapat berubah ketika informasi yang sama disajikan dengan cara berbeda, misalnya sebagai peluang untung atau sebagai peluang rugi.
- Efek Disposisi
Kecenderungan investor terlalu cepat menjual posisi yang sedang untung dan terlalu lama menahan posisi yang sedang rugi.