Jilid 02dari 03 dalam kategori

Manajemen Risiko Tingkat Menengah 3 menit baca Author: Muhamad Daffa Time & Price Academy Draf

Leverage & Margin Leverage & Margin

Leverage memungkinkan posisi lebih besar dari dana yang dijaminkan; margin adalah dana jaminannya. Keduanya menentukan seberapa dekat akun dengan margin call.

Draf Belum ditinjau dan belum bersumber. Angka dalam contoh adalah ilustrasi, bukan data pasar atau rekomendasi.

Mengapa Ini Penting

Banyak akun trading habis bukan karena satu analisis yang sangat salah, tetapi karena posisi yang dibuka memakai hampir seluruh margin. Dalam kondisi itu, pergerakan harga yang biasa saja sudah cukup untuk memicu margin call atau penutupan paksa (stop out). Memahami leverage dan margin membantu Anda melihat seberapa besar ruang gerak harga sebelum akun dipaksa berhenti.

Gagasan Utama

  • Leverage memungkinkan Anda membuka posisi yang nilainya jauh lebih besar daripada dana yang dijaminkan. Leverage 1:100 berarti setiap Rp1 jaminan dapat menopang posisi senilai Rp100.
  • Margin adalah dana yang dikunci sebagai jaminan untuk posisi yang terbuka (margin terpakai).
  • Ekuitas adalah saldo ditambah atau dikurangi untung/rugi posisi yang masih terbuka.
  • Free margin adalah ekuitas dikurangi margin terpakai.
  • Margin level adalah ekuitas dibagi margin terpakai, dalam persen.

Broker menetapkan batas margin level untuk margin call (peringatan) dan stop out (posisi ditutup paksa). Nilai batas ini berbeda-beda antar broker.

Hal terpenting: leverage tidak mengubah kerugian per poin. Kerugian per poin ditentukan oleh ukuran posisi. Leverage hanya membuat posisi besar bisa dibuka dengan jaminan kecil.

Penjelasan Sederhana

Bayangkan menyewa rumah dengan uang jaminan. Jaminannya kecil dibandingkan nilai rumah, tetapi bila kerusakan melebihi jaminan, pemilik akan meminta tambahan atau mengakhiri sewa. Margin bekerja seperti jaminan itu: selama kerugian masih tertutup, posisi boleh tetap terbuka. Begitu ekuitas turun terlalu jauh dibandingkan jaminan, posisi ditutup.

Contoh Kehidupan Nyata

Membeli rumah dengan uang muka 10% berarti Anda mengendalikan aset sepuluh kali lebih besar daripada uang sendiri. Bila harga rumah naik 10%, keuntungan terhadap uang muka terasa besar. Bila harga turun 10%, seluruh uang muka secara hitungan sudah habis. Efek pengungkit yang sama bekerja ke dua arah.

Contoh Keuangan

Ilustrasi. Posisi senilai Rp500.000.000 dengan leverage 1:100 hanya membutuhkan margin:

Margin = Rp500.000.000 ÷ 100 = Rp5.000.000

Pergerakan harga 1% pada posisi itu bernilai Rp5.000.000, atau sama dengan seluruh margin yang dijaminkan.

Contoh Trading

Ilustrasi, bukan rekomendasi. Ekuitas Rp10.000.000, margin per 1 lot Rp5.000.000, nilai per poin per 1 lot Rp10.000. Anggap broker memberi margin call di margin level 100% dan stop out di 50%. Semua angka ini contoh; spesifikasi sebenarnya berbeda tiap broker dan instrumen.

Ukuran posisi Margin terpakai Free margin Margin level Jarak ke margin level 100% Jarak ke stop out 50%
0,2 lot Rp1.000.000 Rp9.000.000 1.000% ±4.500 poin ±4.750 poin
1 lot Rp5.000.000 Rp5.000.000 200% ±500 poin ±750 poin
1,8 lot Rp9.000.000 Rp1.000.000 111% ±56 poin ±306 poin

Dengan 1,8 lot, akun hampir full margin: pergerakan sekitar 56 poin melawan posisi sudah membawa margin level ke 100%, dan saat stop out tersentuh kerugian sudah sekitar Rp5.500.000 atau 55% ekuitas. Perhatikan bahwa semua ini terjadi tanpa stop loss yang direncanakan; akun “berhenti” karena jaminannya habis, bukan karena analisis dinyatakan salah.

Cara Kerja Konsep

Margin terpakai = Ukuran posisi × Margin per 1 lot
Free margin     = Ekuitas − Margin terpakai
Margin level    = Ekuitas ÷ Margin terpakai × 100%

Cara berpikir yang lebih aman:

  1. Tentukan ukuran posisi dari risiko per transaksi dan stop loss terlebih dahulu (lihat Ukuran Posisi).
  2. Setelah itu, periksa margin terpakai. Bila posisi yang dihitung dari risiko ternyata memakai hampir seluruh margin, itu tanda posisinya terlalu besar untuk akun tersebut.
  3. Ingat bahwa beberapa posisi terbuka sekaligus menjumlahkan margin terpakai dan kerugian per poinnya.

Margin call dan stop out adalah batas darurat dari broker, bukan rencana manajemen risiko. Rencana risiko seharusnya membuat akun tidak pernah mendekati batas itu. Lihat juga Risiko Kehancuran.

Alat hitung

Simulasi margin: seberapa dekat dengan margin call?

Isi ekuitas, ukuran posisi, dan spesifikasi broker. Lihat berapa poin pergerakan melawan posisi yang cukup untuk margin call dan stop out.

01Input

02Asumsi

Alat bantu hitung untuk belajar, bukan rekomendasi. Spesifikasi (nilai per poin, margin, level stop out) berbeda tiap instrumen dan broker.

03Hasil

Margin terpakai
Rp9.000.000
Free margin
Rp1.000.000
Margin level
111%
Ke margin call
±56 poin
Ke stop out
±306 poin
Rugi saat stop out
Rp5.500.000 (55%)

04Konsekuensi

Margin level 111%: sekitar 56 poin melawan posisi sampai margin call dan 306 poin sampai stop out.

Masalah Trader Terkait

  1. “Kenapa gue full margin?”

    Keputusan Seberapa besar margin yang dipakai, dan berapa ruang gerak harga sebelum margin call atau stop out.

    Konsep Leverage & MarginUkuran PosisiRisiko Kehancuran

Peta hubungan Leverage & Margin — prasyarat: Ukuran Posisi; terkait: Risiko Kehancuran; terkait: Varians & Volatilitas
Peta hubungan konsep

Sumber

Belum ada sumber terverifikasi untuk konsep ini.