Masalah trader02 / 04

“Kenapa lot gue selalu kebesaran?”

Keputusan yang dipertaruhkan Berapa ukuran posisi yang sesuai dengan batas risiko per transaksi dan jarak stop loss.

Draf Belum ditinjau dan belum bersumber. Angka dalam contoh adalah ilustrasi, bukan data pasar atau rekomendasi.

Situasi

Anda terbiasa memakai ukuran lot yang “biasanya”, misalnya 1 lot, di semua kondisi. Saat pasar tenang tidak terasa masalah. Saat pasar bergejolak, stop loss harus lebih jauh, tetapi lot tetap sama, sehingga satu kali rugi langsung memakan porsi modal yang besar. Setelah itu muncul dorongan untuk memperbesar lot lagi agar cepat balik.

Konsep di Baliknya

  • Ukuran Posisi adalah hasil dari batas risiko dan jarak stop loss, bukan angka yang dipilih lebih dulu.
  • Varians & Volatilitas menentukan jarak stop loss yang wajar. Semakin volatil, semakin jauh stop loss, semakin kecil lot yang boleh dipakai.
  • Risiko Kehancuran menjelaskan mengapa lot yang terlalu besar tidak hanya memperbesar rugi, tetapi juga membuat rangkaian kekalahan biasa berubah menjadi penurunan yang dalam.

Teori dan Bukti

Ilustrasi. Dengan risiko tetap Rp500.000 per transaksi dan nilai per poin per 1 lot Rp10.000, ukuran lot yang sesuai bergantung pada jarak stop loss:

Jarak stop loss Ukuran posisi yang sesuai
50 poin 1 lot
100 poin 0,5 lot
200 poin 0,25 lot

Bila Anda tetap memakai 1 lot saat stop loss 200 poin, risiko transaksi itu menjadi Rp2.000.000, empat kali lipat dari rencana.

Dampaknya pada rangkaian kekalahan (10 kali kalah beruntun, risiko sebagai persen modal berjalan):

Risiko per transaksi Sisa modal
1% 90,4%
5% 59,9%
10% 34,9%

Sumber rujukan untuk halaman ini belum dipasang.

Penerapan Praktis

  1. Hapus “lot biasa” dari kebiasaan. Hitung ulang lot di setiap transaksi dari rumus ukuran posisi.
  2. Tentukan stop loss dari analisis dan kondisi volatilitas, bukan dari berapa lot yang ingin dipakai.
  3. Bulatkan lot ke bawah, tidak pernah ke atas.
  4. Periksa ulang saat pasar bergejolak. Stop loss yang lebih jauh berarti lot yang lebih kecil.
  5. Jangan menaikkan lot setelah rugi. Lihat Aversi Kerugian.

Alat hitung

Hitung ukuran posisi dari risiko

Isi modal, batas risiko, jarak stop loss, dan nilai per poin untuk 1 lot. Ukuran posisi adalah hasil, bukan titik awal.

01Input

02Asumsi

Alat bantu hitung untuk belajar, bukan rekomendasi. Spesifikasi (nilai per poin, margin, level stop out) berbeda tiap instrumen dan broker.

03Hasil

Risiko per transaksi
Rp500.000
Ukuran posisi maksimum
0,5 lot
Rugi di stop loss (lot dibulatkan)
Rp500.000 1% modal

Dengan 1 lot, rugi di stop loss Rp1.000.000 (2% modal), 2× batas risiko Anda.

Agar 1 lot tetap dalam batas, stop loss harus dalam 50 poin, atau lot diperkecil.

04Konsekuensi

Dengan batas risiko Rp500.000, ukuran posisi maksimum 0,5 lot.

Sumber

Belum ada sumber terverifikasi untuk konsep ini.